SENIN - JUMAT 08:00 - 16:00 | SABTU 08:00 - 12:000
08123317166
081554400040
08123317166
5E1CDFCB
( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Kenapa Produk Kosmetik Harus Berijin BPOM ?

Thursday, May 18th 2017.

Beda Uji BPOM dengan Uji Laboratorium

Seperti yang Kita ketahui bersama bahwa banyak sekali beredar Kosmetik dan Skincare Non BPOM yang hanya mengandalkan hasil dari uji laboratorium seperti lab Sucofindo dll. Sebenarnya apa yang membedakan skincare yang telah uji lab dengan dengan uji BPOM??

FYI, di Indonesia Lembaga Perijinan Tertinggi untuk peredaran untuk suplemen makanan, obat-obatan dan kosmetik adalah ijin dari BPOM. BPOM merupakan kepanjangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. BPOM adalah satu-satunya lembaga yang bertugas untuk mengawasi dan mengatur peredaran obat-obatan, kosmetik serta suplemen makanan. Untuk setiap produk yang telah beredar dan dijual di pasaran Indonesia dan telah memiliki ijin maka BPOM akan selalu melakukan survey ke lapangan, baik survey produksi maupun survey acak di pasar ketika produk tersebut telah beredar dan dijual secara bebas. Apabila ditemukan kandungan yang tidak sesuai produk tersebut atau mengandung zat yang terlarang dapat ditarik secara sepihak oleh BPOM dari perdaran.

BPOM sebagai Badan Sertifikasi tertinggi untuk obat dan makanan selalu mengawasi produk-produk yang telah mendapat notifikasi secara berkelanjutan untuk memastikan keamanannya. Sementara Produk dengan ijin hasil uji lab biasanya dimiliki oleh badan usaha atau perorangan untuk meyakinkan customer akan keamanan suatu produk yang dimilikinya, namun TIDAK ada pengawasan atau survey berkala dan berkelanjutan pada produksinya serta tidak dilakukan survey acak secara langsung di pasar saat produk tersebut beredar. Sehingga dikhawatirkan terjadi perubahan dalam produk tersebut selama produk beredar dan dijual bebas di pasar.

Suatu produk bila diklaim memiliki manfaat tertentu seperti dapat menyembuhkan masalah jerawat, dapat mengobati, memutihkan kulit dll maka produk tersebut HARUS memiliki notifikasi ijin dari Badan POM. Sedangkan bila tidak diklaim memiliki fungsi untuk mengobati, menyembuhkan atau memutihkan maka termasuk industri rumah tangga yang tidak memerlukan ijin BPOM. So, bila terdapat produk kosmetik yang tidak berijin BPOM namun klaimnya Luar Biasa dan Bombastis, maka Anda harus jadi smart buyer untuk tidak mudah percaya.

 

BPOM

Urgensi Ijin BPOM

Perlu Anda ketahui bahwa untuk membuat sebuah produk kosmetik atau perawatan kulit maka produk tersebut harus didaftarkan terlebih dulu ke Badan POM. Ada serangkaian proses panjang yang harus dilalui agar sebuah produk memiliki ijin dan nomer registrasi dari BPOM. Proses yang dilalui umumnya berlangsung selama 1-3 tahun melalui proses dan tahapan-tahapan dimulai dengan validasi, formula, stabilitas produk, kandungan bahan yang dikandung apakah aman dan sesuai standar bpom atau tidak, apakah lolos uji BPOM.

Setelah semua rangkaian tahapan tersebut dilalui dan di-acc baru kemudian BPOM akan mengeluarkan nomor registrasi tiap item produk dengan masing-masing 1 nomor registrasi yang dapat dicek keabsahanya melalui website BPOM disini.

Setelah produk yang telah lulus uji dan mendapat nomer registrasi beredar di pasaran, maka BPOM akan mengambil sample produk di pasaran dan akan di cek apakah ada kandungan yang tidak sesuai. Bila ada, maka produk tersebut dapat ditarik kembali dari pasar. Jadi, Produk yang sudah lulus uji BPOM terjamin aman dan selalu dilakukan survey baik untuk produksinya maupun survey acak di lapangan secara langsung untuk menjaga keamanannya.

Bagaimana Cara BPOM Menguji Kandungan Merkuri dan Hidroquinon?

Dalam menguji kandungan merkuri atau hidroquinon pada sebuah produk kosmetik, BPOM menggunakan alat yang bernama Spektrometer Serapan Atom (Atom Absorption Spectrometer – AAS). Metode pengujian dengan menggunakan alat ini hanya dapat dilakukan di laboratorium yang modern, karena proses pengujiannya melalui pembakaran sampel terlebih dahulu hingga selanjutnya dapat terdeteksi. Metode yang digunakan memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi, khususnya dalam kadar yang sangat kecil dan berada dalam campuran, seperti misalnya kandungan hidrokuinon dan merkuri.

BPOM menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan metode menggosok menggunakan emas untuk menguji kandungan merkuri dalam sebuah produk Cream Wajah, yang biasa dijelaskan oleh para seller produk kosmetik atau informasi yang beredar di media sosial. Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah bahwa untuk mengetahui kadar merkuri dalam sebuah produk kosmetik seperti cream pemutih wajah HANYA bisa dilakukan melalui serangkaian pengujian di Laboratorium.

So, buat Anda yang ingin membeli produk kecantikan atau kosmetik, Be wise and wisely dalam memilih produk yang akan digunakan. Pastikan produk Kosmetik yang akan Anda beli telah mengantongi ijin secara resmi dari BPOM.

Incoming search terms:

  • kosmetik lulus uji lab
  • uji laboratorium kosmetik
  • apakah produk yang lolos BPOM selalu aman? seperti kosmetik misalnya apakah tifak mengandungerkuti?
  • badan pengawas obat dan makanan kosmetik skincare
  • glansie non bpom
  • izin kosmetik socopindo
  • kenapa harus bpom
NUSKIN Galvanic Spa Facial Gel with ageLOC

26%

Rp 370.000 500.000
Cream AFRO Skin Care BPOM Asli : Review, Harga, dan Testimoni Afroskin

13%

Rp 195.000 225.000
TEGREEN Nu Skin : Review, Manfaat dan Harga Tegreen 97 Pharmanex Nuskin

12%

Rp 220.000 250.000
GLUCOGEN +2 Produk Moment Glucogen Terbaru

13%

Rp 650.000 745.000
Ms Glow Paket Body MS Glow Whitening Pigmented Body Series BPOM

14%

Rp 300.000 350.000
Pura Femme Original Suplemen Perawatan Payudara Aman BPOM | Breast Enlargement Supplement

17%

Rp 145.000 175.000

Cari Produk